Solat Jamaah

Hukum solat jama’ah mengikut madzhab utama

Madzhab Zahiri: fardhu ‘ain terhadap sesiapa yang mendengar azan. jika dikerjakan juga secara sendirian, solatnya tidak sah.

Dalil AQ: ” apabila kamu berada di tengah-tengah mereka, lalu kamu hendaklahlah mendirikan solat bersama mereka” AQT 4:102

“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’ (dalam keadaan berjamaah).” (Al Baqarah: 43) (Ibn Hazm, alMuhalla, cet Beirut: Daar alAfaq, 4/188)

Madzhab Hanbali, wajib aini tapi bukan syarat sah solat. maksudnya jika seseorang tidak pergi mesjid dan solat sendirian, solatnya tetap sah. Dalilnya sama spt madhab Zahiri, di tambah dengan hadith², antaranya: hadith Bukhari-Muslim, di mana Nabi saw mengancam utk membakar rumah2 orang yang tidak hadir solat jama’ah (alMughni, 2/170)

Rasulullah telah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku yang ada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan sholat yang telah dikumandangkan azannya, lalu aku memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti sholat jama’ah, kemudian aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, seorang lelaki buta datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.” Maka dia meminta keringanan kepada Rasulullah untuk tidak sholat berjama’ah dan agar diperbolehkan sholat di rumahnya. Kemudian Rasulullah memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu telah beranjak, Rasulullah memanggilnya lagi dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?”, Ia menjawab, “Ya”, Rasulullah bersabda, “Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR. Muslim).

Madzhab Syafi’iy, hukumnya fardhu kifayah (jika dikerjakan sebahagian orang, maka yang lain tidak berdosa).

Dalil hadith: jika terdapat (minima) tiga orang dalam satu kampung, jika tidak didirikan solat berjama’ah, melainkan mereka telah dikuasai oleh setan” HR Abu daud dan anNasa’iy dan disahihkan oleh Ibn Hibban alBusthi (alMajmu’ 4/184)

Madzhab Hanafi dan Maliki : sunnat mu’akkad (sunat yang diberatkan nilainya). Dalilnya: HR Bukhari-Muslim dari ibn Umar, bahawa nabi saw bersabda, solat jama’ah itu lebih utama 27 derjat berbanding solat pesendirian. [Durr almukhtar, 1/515; Bidayah alMujtahid1/136]

“Solat berjemaah melebihi solat bersendirian dengan 27 darjat (atau 27 kali ganda)” (Hadith riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Vodpod videos no longer available.

Kredit: THTL @ Al-Fikrah.net
proalahkam @ Youtube

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: